MARHABAN YA RAMADHAN

August 9, 2010

Scroll Text - http://www.marqueetextlive.com

doctor reviews

Puasa merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala yang mana Allah menjanjikan keutamaan dan manfaat yang besar bagi yang mengamalkannya,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إلا الصِيَامَ. فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ. فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلا يَرْفُثْ وَلا يَصْخَبْ وَلا يَجْهَلْ. فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ – مَرَّتَيْنِ – وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ. لَخَلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ رِيْحِ المِسْك. وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ. وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriak-teriak, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya.” (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لا يَصُوْمُ عَبْدٌ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ الله. إلا بَاعَدَ اللهُ، بِذَلِكَ اليَوْمِ، وَجْهَهُ عَنِ النَارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفاً.

“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim dan yang lainnya)

Sebagaimana jenis ibadah lainnya maka puasa haruslah didasari niat yang benar yakni beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata serta dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Secara Syar’i makna puasa adalah “menahan diri dari makan, minum dan jima’ serta segala sesuatu yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala” ,

Maka jika seseorang menahan diri dari makan dan minum tidak sebagaimana pengertian di atas atau menyelisihi dari apa yang menjadi tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tentu saja ini merupakan hal yang menyimpang dari syariat, termasuk perbuatan yang sia-sia dan bahkan bisa jadi mendatangkan kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala,

Penyimpangan yang bisa terjadi diantaranya:

1. Berpuasa tidak dalam rangka beribadah kepada Allah

Semisal seseorang yang berpuasa karena hendak mendapatkan bantuan dari jin/syaitan berupa sihir atau yang lainnya, atau bernazar puasa kepada selain Allah, maka perbuatan ini termasuk kesyirikan yang besar karena memalingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun seseorang yang berpuasa semata-mata karena alasan kesehatan, walaupun hal ini boleh-boleh saja akan tetapi ia keluar dari pengertian puasa yang syar’i sehingga tidaklah ia termasuk orang yang mendapatkan keutamaan puasa sebagaimana yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala.

2. Menyelisihi tata cara Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, diantaranya:
Mengkhususkan tata cara tertentu yang tidak dituntunkan oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, semisal puasa mutih (menyengaja menghindari makan daging atau yang lainnya), puasa sehari semalam tanpa tidur atau tanpa berbicara dengan menganggap hal ini memiliki keutamaan dan yang lainnya.
Mengkhususkan waktu tertentu yang tidak dikhususkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal mengkhususkan puasa pada hari atau bulan tertentu tanpa dalil dari al-Qur’an dan sunnah, ataupun mengkhususkan jumlah hari yang tidak dikhususkan dalam syariat.

Maka seyogyanya kaum muslimin menahan diri dari beribadah tanda dasar ilmu atau tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak.” (HR. Muslim)

Maka berikut ini adalah beberapa jenis puasa yang dianjurkan di dalam Islam di luar puasa yang wajib (Puasa Ramadhan) berdasarkan dalil-dalil yang syar’i, semoga kita diberi kemudahan untuk mengamalkannya berdasarkan ilmu dan terhindar dari perkara-perkara yang menyelisihi syariat Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita dapat memperoleh berbagai keutamaan dari apa-apa yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala.

Puasa-puasa Sunnah yang Dituntunkan Dalam Islam

1. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub Al-Anshory bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ. ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّال. كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بعَشْرةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَهُ بِشَهْرين، فَذَلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ

“Puasa pada bulan Ramadhan seperti berpuasa sepuluh bulan , dan puasa enam hari setelahnya seperti berpuasa selama dua bulan, maka yang demikian itu (jika dilakukan) seperti puasa setahun.” (Hadits shahih Riwayat Ahmad)

Catatan:
Puasa Syawal tidak boleh dilakukan pada hari yang dilarang berpuasa di dalamnya, yakni pada hari Idul Fitri.
Puasa tersebut tidak disyaratkan harus berurutan, sebagaimana kemutlakan hadits –hadits di atas, akan tetapi lebih utama bersegera dalam kebaikan.
Jika ada kewajiban mengqodo’ puasa Ramadhan maka dianjurkan mendahulukan qodo baru kemudian berpuasa Syawal 6 hari sebagaimana hadits dari Abu Ayyub Al-Anshori di atas.

2. Puasa pada hari Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَام ُيَوْمِ عَرَفَةَ أحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ. وَالسَّنَةَ الّتِي بَعْدَهُ

“Puasa pada hari Arofah, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Catatan:
Adapun bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, maka yang lebih utama adalah tidak berpuasa pada hari Arofah sebagaimana yang diamalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

3. Puasa pada hari Asyura’ (10 Muharrom) dan sehari sebelumnya

Dari Abu Qotadah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa pada hari ‘Asyuro’, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُوْمَنَّ التَاسِعَ

“Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan.” (HR. Muslim)

Catatan:
Adapun berpuasa pada hari yang ke sebelas maka dalilnya sangat lemah, sehingga tidak bisa dijadikan sandaran.

4. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidaklah saya melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada bulan sya’ban.” (HR. Bukhari)

Catatan:
Adapun mengkhususkan puasa atau amalan lainnya pada nisfu sya’ban (pertengahan sya’ban), maka hal ini tidak ada tuntunannya dalam syariat, karena dalil-dalil yang ada sangat lemah dan bahkan ada yang maudhu (palsu).
Hendaknya tidak berpuasa pada hari syak (hari yang meragukan apakah sudah masuk ramadhan atau belum), yakni sehari atau dua hari pada akhir Sya’ban, kecuali bagi seseorang yang kebetulan bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukannya dari puasa-pusa sunnah yang disyariatkan semisal puasa dawud atau puasa senin kamis.

5. Memperbanyak Puasa Pada Bulan Muharrom

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَ أفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاةُ اللَيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni bulan Muharrom, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

6. Puasa Hari Senin dan Kamis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Amal-amal ditampakkan pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika ditampakkan amalku dan aku dalam keadaan berpuasa.” (Shahih, riwayat An-Nasa’i)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari senin, beliau bersabda:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ. وَيَوْمٌ بُعِثْتُ (أَوْ أَنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ)

“Ia adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus (atau diturunkan (wahyu) kepadaku ).” (HR. Muslim)

7. Puasa 3 hari setiap bulan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

أوْصَانِى خَلِيْلِى صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاثٍ: صِيَامِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَى الضُحَى، وَأَنْ أَوْترَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

“Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

Lebih dianjurkan untuk berpuasa pada hari baidh yakni tanggal 13, 14 dan 15 bulan Islam (Qomariyah). Berdasarkan perkataan salah seorang sahabat radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُوْمَ مِنَ الشَّهْر ِثَلاثَةَ أَيَّامِ البَيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ، وَ أَرْبَعَ عَشْرَةَ ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa pada tiga hari ‘baidh’: tanggal 13, 14 dan 15.” (Hadits Hasan, dikeluarkan oleh An-nasa’i dan yang lainnya)

8. Berpuasa Sehari dan Berbuka Sehari (Puasa Dawud ‘alaihis salam)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ، وَأحَبُّ الصَّلاةِ إِلَى اللهِ صَلاةُ دَاوُدَ: كَانَ يَنَامُ نِصْفَ الليل، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَكَانَ يُفْطِرُ يَوْمًا وَيَصُوْمُ يَوْمًا (متفق عليه)

“Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud, adalah beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya, adalah beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Beberapa Hal yang Terkait Dengan Puasa Sunnah
Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, dan minum serta tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.
Seseorang yang berpuasa sunnah diperbolehkan membatalkan puasanya jika ia menghendaki, dan tidak ada qodho atasnya.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata:

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ:( هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ ؟ ) فَقُلْنَا: لا. قَالَ: ( فَإِنِى إِذًا صَائِمٌ ) ، ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَر. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ أُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ . فَقَالَ: ( أَرينيْهِ، فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ) فَأَكَلَ. (رواه مسلم)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari datang kepadaku kemudian berkata: “Apakah engkau memiliki sesuatu (dari makanan)?”, kemudian kami berkata: “tidak”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau begitu saya berpuasa”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang pada hari yang lain kemudian kami katakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dihadiahi haisun (kurma yang dicampur minyak dan susu yang dihaluskan), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bawalah kemari, sesungguhnya aku tadi berpuasa”, kemudian beliau memakannya (HR. Muslim)
Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seijin suaminya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَصُوْمُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلا بِإِذْنِهِ

“Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya menyaksikannya kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Sumber:
Shohih Fiqh Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih madzahib al-A’immah, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim
Shiyam Ramadhan, Muhammad bin Jamil Zainu
Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah wa Kitabil Aziz, Dr. Abdul Adzim Badawi

Wallahu ‘alam

***

Penulis: Abu ‘Aisyah M. Taufik
Artikel www.muslim.or.id


PENGUMUMAN RESMI CALON SISWA BARU 2010/2011

July 6, 2010

PENGUMUMAN RESMI : JUM`AT, 09 JULI 2010
PENGEMBALIAN BERKAS : 7 SD 8 JULI 2010
DAFTAR ULANG : 12 SD 13 JULI 2010
PUKUL : 08.00 SD 12.00 WIB
Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor reviews

CATATAN :
APABILA CALON SISWA/I TIDAK MENDAFTAR ULANG PADA WAKTU YANG DI TENTUKAN MAKA DI ANGGAP GUGUR

SYARAT-SYARAT DAFTAR ULANG :
1.FOTO COPY IJAZAH YANG TELAH DILEGALISIR 2 LEMBAR

2.FOTOCOPY SKHU YANG TELAH DILEGALISIR 2 LEMBAR

3.PAS FOTO BERWARNA UKURAN 3 x 4 = 5 LEMBAR
2 x 3 = 5 LEMBAR

4.STOP MAP WARNA KUNING UNTUK SISWA PUTRA
STOP MAP WARNA ORANGE UNTUK SISWA PUTRI
NB:
- SISWA MENGISI FORMULIR YANG TELAH DISEDIAKAN,
– SISWA BARU WAJIB HADIR PADA TANGGAL 13 JULI 2010
DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK BERPAKAIAN SEKOLAH ASAL

PENANDATANGANANN FORMULIR 1 & 2 DI HADAPAN PANITIA SMAN 1 PONTIANAK (DI SERTAI MATERAI 2 LEMBAR)

NB:FORMULIR 1 (BIODATA) DAFTAR ULANG SISWA BARU SMAN 1 PONTIANAK 2010/2011
FORMULIR 2 (DATA BK) DAFTAR ULANG SISWA BARU SMAN 1 PONTIANAK 2010/2011


Jurnal Calon Siswa/i SMAN 1 Pontianak

July 1, 2010

SELASA, 6 Juli 2010
Myspace Marquee Text - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings

SELASA, 6 Juli 2010
PENDAFTAR DALAM KOTA :
Jumlah Nilai Ujian Nasional Teringgi sesuai dengan daya tampung : 38,70
Jumlah Nilai Ujian Nasional Terendah Sesuai daya tampung : 32.70
Jumlah Pendaftar Dalam Kota : 485org

PENDAFTAR LUAR KOTA :
Jumlah Nilai Ujian Nasional Teringgi sesuai dengan daya tampung : 37,00
Jumlah Nilai Ujian Nasional Terendah Sesuai daya tampung : 34,00
Jumlah Pendaftar Luar Kota : 42 orang
Jika ada Kesalahan Data Silahkan Hubungi Panitia PSB SMAN 1 Pontianak
Operator Bisa Di HuB Ym : sman1ptk@yahoo.com
Atas Perhatiannya Terima Kasih
SELENGKAPNYA :

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

doctor reviews

Marquee Text Generator - http://www.marqueetextlive.com

doctor ratings


”Kirim

free counters


INFORMASI PENERIMAAN MURID BARU T.P 2010-2011

June 26, 2010

Pendaftaran penerimaan siswa/i baru dimulai pada tanggal 1 s/d 6 Juli 2010, di SMA Negeri 1 Pontianak, Jl. Kalimantan, setiap hari kerja dari pukul 08.00 s/d 12.00
Persyaratan :

  • Melampirkan STTB SMP/Mts atau Ijazah Paket B atau SKYBS dengan STTB/MTs (ASLI) dan foto copy 2 rangkap yang telah dilegalisir oleh sekolah atau pejabat yang berwenang.
  • Memiliki SKHU / STK / STL (ASLI) dan foto copy 2 rangkap yang telah dilegalisir oleh sekolah atau pejabat yang berwenang.
  • Pas Foto ukuran 3 x 4 berwarna sebanyak 3 lembar.
  • Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia.
  • Usia maksimal calon siswa adalah 21 tahun pada tanggal 21 Juli 2010.
  • Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti proses belajar di SMA Negeri 1 Pontianak.
  • Pada hari akhir pendaftaran di SMA Negeri 1 Pontianak ( 6 Juli 2010 ) pengambilan formulir pendaftaran selambat-lambatnya pukul 10.00 WIB dan pendaftaran ditutup pukul 12.0 WIB.

Daya Tampung :
Daya tampung kelas X tahun pelajaran 2010/2011 adalah 32 x 9 kelas dikurangi siswa yang tinggal kelas (tidak naik).

Seleksi :
Seleksi berdasarkan nilai STTB/SKHU/STK/STL SMP/MTs untuk mata pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA.

Kuota :
- Calon siswa Dalam Kota : 95%
- Calon siswa Luar Kota     : 5%

Pengambilan berkas :
Pengambilan berkas pendaftaran pada tanggal : 7 s/d 8 Juli 2010, pukul 08.00 s/d 12.00.

Pengumuman hasil Seleksi :
Diumumkan pada : Hari Jum’at, 9 Juli 2010, Pukul 09.00 WIB, di SMA Negeri 1 Pontianak.

Daftar Ulang :
Hari   : Senin s/d Selasa
tgl     : 12 s/d 13 Juli 2010
Pukul : 08.00 s/d 12.00

ctt :
Bagi calon siswa/i yang tidak mendaftar sampai hari terakhir (13 Juli 2010 pukul 12.00) dinyatakan “GUGUR”.
Biaya administrasi (pembuatan dan penggandaan formulir serta akomodasi ) sebesar Rp. 20.000,-
Calon siswa yang mendaftar diharuskan menggunakan pakaian seragam sekolah masing-masing dan bersepatu.


Latar Belakang Sekolah

May 11, 2010

RIWAYAT SINGKAT

SMA NEGERI 1 PONTIANAK

  1. Sampai dengan tahun 1953, di daerah Kalimantan Barat barulah ada SLTA yang berstatus swasta dan di dalamnya ada dua jenis sekolah, yaitu SMA dan SGA Pontianak. Dua tetapi satu atau satu tetapi dua, sekolah itu bernaung di bawah lingkungan “ YAYASAN PENDIDIKAN KALBAR “ dengan menumpang di gedung SEKOLAH RAKYAT Kampung Bali. Gedung ini tidak ada lagi bekas-bekasnya, sekarang sudah menjadi komplek rumah toko.
  2. Atas tuntutan yang diajukan kepada Residen Bambang Soeparto dan Walikota Soemartojo pada tanggal 14 September 1953, sekolah tersebut dialih statusnya menjadi Sekolah Negeri dan merupakan dua anak kembar yang kelak menjadi SMA Negeri 1 Pontianak dan SPG Negeri Pontianak
  3. Pada tahun 1954, kedua anak kembar tersebut berpindah tempat dari sekolah rakyat Kampung Bali ke SMP Negeri di Jalan Bintara ( sekarang SLTP Negeri 1 Jalan Urip Soemoharjo) dengan waktu belajar sore sampai malam hari. SGA menempati lantai bawah, keduanya dipimpin oleh seorang kepala Sekolah yaitu Bapak Djaisman.
  4. Pada tahun 1955 atas prakarsa “ YAYASAN KARET ”, didirikan gedung SMA di Jalan Sumatra ( Sekarang Jalan Gusti Johan Idrus ), dan atas prakarsa “ YAYASAN KOPRA ” didirikan gedung SGA di Jalan Ekonomi (sekarang jalan Kalimantan). Sejak saat itu berpisah dan berpindahlah kedua anak kembar tadi untuk menempati rumah masing-masing. SMA tetap dipimpin oleh Bapak Djaisman dan SGA dipimpin oleh Bapak Yusuf Tjun.
  5. Pada tahun 1959, SMA Negeri Pontianak mempunyai adik kandung SMAsore, yang kemudian diberi nama SMA Khatulistiwa. Dan pada tahun 1965, SMA Khatulistiwa dialih statuskan menjadi SMA Negeri. Sejak saat itulah SMA Negeri ini menjadi SMA Negeri 1, dan adiknya bernama SMA Negeri 2 yang sekarang tinggal di Jalan R.E. Martadinata.
  6. Kepala-kepala SMA Negeri 1 Pontianak sejak tahun 1953 adalah :
  7. - Bapak Djaisman ( Alm) dari tahun 1953 s/d tahun 1955
    - Bapak Kiswirat, dari tahun 1955 s/d tahun 1957
    - Bapak Soewardjo, dari tahun 1957 s/d tahun1960
    - Bapak Herman Sowargo, dari tahun 1960 s/d tahun 1962
    - Bapak Uray Aliudin Yusba ( Alm) dari tahun1962 s/d tahun 1972
    - Bapak Walidi (alm) dari tahun 1072 s/d tahun 1976
    - Bapak Gusti Syamsumin, dari tahun 1976 s/d tahun 1982
    - Ibu Zainidar, dari tahun  1982 s/d tahun 1983
    - Bpk.H. Matnusin harahap, BA,(Alm)dari tahun 1984 s/d Th 1987
    - Bapak .H.Sunarpo, SH dari tahun 1987 s/d tahun 1989
    - Ibu Dra. Rr. Sri Soekatidjah,(Almh) dari tahun 1989 s/d tahun   1996
    - Bpk. Drs. Susilo, Dari  Juli  1996 Sampai dengan April 1997.
    - Bapak Drs. H.Ade Sulaiman, dari tahun 1997 s/d tahun 2001
    - Bapak Drs. H.Marjono, dari tahun 2001 s/d tahun 2004
    - Bakak Drs. H. Fadhil Hazimat dari tahun 2004 s/d 2009
    - Bapak Drs. H. Nurali, M.Pd. dari tahun 2009 hingga sekarang

  8. Pada awal tahun 1989/1990, gedung SPG Negeri di jalan Kalimantan diserahkan pengelolaannya kepada SMA Negeri 1 Pontianak. Sejak saat itulah di kenal istilah kampus I di jalan Johan Idrus, dan Kampus II di Jalan Kalimantan.
  9. Pada awal tahun pelajaran 1990/1991 gedung SPG Negeri ( Kampus 2) dinyatakan bovaleg, untuk selanjutnya dirobohkan dan dibangun gedung yang diproyeksikan sebagai wajah depan SMA Negeri 1 Pontianak. Tepat pada tanggal 16 Agustus 1991 menjelang HUT Proklamasi Kmerdekaan RI ke-46, gedung baru tersebut diresmikan oleh Gubernur KDH Tk. I Provinsi Kalimantan Barat, H. Parjoko Soerjokusumo, dan praktis pada awal tahun pelajaran 1991/1992 alamat sekolah ini berputar dari Jalan Gusti Johan Idrus ke Jalan Kalimantan Pontianak. Pada saat yang hampir bertepatan, berakhirlah riwayat saudara kembar SMA Negeri 1 Pontianak, karena kebijaksanaan pemerintah telah menghapuskan keberadaan Sekolah Pendidikan Guru ( SPG ).

Read More Posts in berita sekolah

 
Layanan ini diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION untuk dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita majukan
bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.